Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Indonesia Akhirnya Bangun Proyek Pengganti LPG

Indonesia Akhirnya Bangun Proyek Pengganti LPG

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Indonesia Maju – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina (Persero) memulai pembangunan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) salah satunya untuk mengurangi Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang berasal dari impor.

Proyek yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tersebut dirancang untuk memperkuat kedaulatan energi nasional sesuai dengan Asta Cita pemerintah.

Proyek yang berlokasi di Tanjung Enim tersebut melibatkan kolaborasi Holding BUMN Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Pertamina (Persero). Pembangunan Proyek ini diresmikan bersamaan dengan 12 proyek hilirisasi lainnya.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menjelaskan bahwa proyek ini menjadi tonggak penting dalam transformasi industri pertambangan Indonesia melalui industrialisasi batu bara.

Ia menyebutkan fasilitas tersebut menggunakan teknologi batu bara bersih (clean coal technology) yang mampu menekan emisi hingga 40% dibandingkan pembakaran konvensional.

“Proyek ini memiliki arti penting karena sudah masuk dalam proyek strategis nasional dengan kapasitas 1,4 juta ton DME ini setara dengan sekitar 1 juta ton LPG,” ujarnya dalam sambutannya di Tanjung Enim, Rabu (29/4/2026).

Fasilitas yang dibangun di kawasan Bukit Asam Industrial Estate (Beki) seluas 585 hektare tersebut akan mengolah sekitar 7 juta ton batu bara kualitas rendah per tahun. Seluruh pasokan bahan baku berasal dari tambang Tanjung Enim dan produk akhirnya akan diserap oleh PT Pertamina Patra Niaga.

“Kami mengolah batu bara loreng, jadi batu bara yang memang belum terutilisasi selama ini dan jumlahnya di Indonesia banyak. Jadi sekali proyek ini berjalan insya Allah nanti kalau terus berkembang kita bisa me-utilisasi batubara low rank di Indonesia,” papar Turino.

Di lain sisi, Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan jawaban atas ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi global. Menurutnya, Pertamina siap bertindak sebagai pembeli siaga (offtaker) guna menjamin kepastian pasar bagi produk hasil hilirisasi batu bara tersebut.

“Alhamdulillah Indonesia masih bisa menjaga ketersediaan BBM dan LPG. Tidak mudah Bapak-Ibu, kita tahu betul bahwa Indonesia masih net importer dan kita masih belum bisa swasembada energi, terhusus LPG,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Emma mengungkapkan bahwa saat ini ketahanan energi nasional untuk sektor LPG hanya mampu disediakan dari dalam negeri sebesar 12-15%. Oleh karena itu, proyek Coal to DME tersebut diharapkan dapat segera beroperasi pada tahun 2028 guna menekan beban impor gas yang mencapai 7 juta metrik ton per tahun.

“Solusi coal to DME ini adalah solusi yang konkret mengoptimalkan sumber daya domestik, substitusi import, meningkatkan ketahanan energi, multiplier efeknya, wider economic impact-nya nyata, dan memberikan social economic benefit yang sangat sungguh luar biasa,” tuturnya.

Selain memperkuat stok energi, proyek raksasa ini diproyeksikan mampu menyerap 5.380 tenaga kerja, mulai dari fase konstruksi hingga tahap operasional.

Manajemen PTBA berkomitmen untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dari wilayah Sumatera Selatan guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar tambang.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengoptimalkan Stabilitas Makro Ekonomi Indonesia Melalui Kebijakan Fiskal yang Tepat

    Mengoptimalkan Stabilitas Makro Ekonomi Indonesia Melalui Kebijakan Fiskal yang Tepat

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Stabilitas makro merujuk pada kestabilan ekonomi makro suatu negara. Umumnya, ini diukur dengan inflasi yang stabil, rata-rata di bawah 5 persen. Berdasarkan data, stabilitas makro sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi. Perbedaan Kebijakan Fiskal dan Moneter: Mana yang Tepat untuk Meningkatkan Stabilitas Makro Ekonomi Indonesia? Dalam upaya meningkatkan stabilitas makro ekonomi, pemerintah memiliki dua […]

  • Mengembangkan Ekspor Produk Bernilai Tinggi Melalui Inovasi Lokal

    Mengembangkan Ekspor Produk Bernilai Tinggi Melalui Inovasi Lokal

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Ekspor produk bernilai tinggi adalah kegiatan ekspor barang dengan nilai tambah yang tinggi, seperti barang elektronik dan otomotif. Umumnya, produk ini memiliki nilai lebih dari $100 per kilogram. Berdasarkan data, rata-rata nilai ekspor produk bernilai tinggi mencapai 70% dari total ekspor. Ekspor produk bernilai tinggi adalah strategi bisnis yang fokus pada produksi dan […]

  • Membangun Desa dengan Pembangunan Infrastruktur yang Tepat

    Membangun Desa dengan Pembangunan Infrastruktur yang Tepat

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pembangunan infrastruktur merujuk pada konstruksi dan pengembangan fasilitas dasar seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan. Umumnya, pembangunan infrastruktur membutuhkan investasi besar, dengan rata-rata sekitar 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara. Berdasarkan data, pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur merupakan kunci utama dalam membangun desa yang lebih maju dan […]

  • Gubernur BI Tegaskan Rupiah Telah Undervalued

    Gubernur BI Tegaskan Rupiah Telah Undervalued

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia Maju – Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued. Namun, masihkah ada peluang untuk rupiah kembali menguat? Berdasarkan data BI, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.140 per dollar AS pada 21 April 2026. Rupiah melemah 0,87 persen (point to point) dibandingkan dengan […]

  • Hilirisasi Industri Menguntungkan dengan 5 Strategi Ini

    Hilirisasi Industri Menguntungkan dengan 5 Strategi Ini

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Hilirisasi industri adalah proses pengolahan hasil tambang atau bahan mentah menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah. Umumnya, pengolahan ini meningkatkan nilai produk sebesar 2-3 kali lipat. Berdasarkan data, hilirisasi dapat meningkatkan pendapatan negara secara signifikan. Hilirisasi industri adalah proses pengolahan hasil produksi menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan […]

  • Retensi Karyawan Melalui Pemimpin yang Empatik

    Retensi Karyawan Melalui Pemimpin yang Empatik

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Retensi karyawan adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan karyawan yang telah direkrut. Umumnya, perusahaan dengan retensi karyawan yang baik memiliki tingkat turnover yang rendah, sekitar 10%. Retensi karyawan merupakan proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan karyawan yang ada dan meningkatkan kepuasan kerja mereka. Retensi karyawan memiliki dampak signifikan pada keberhasilan perusahaan, karena karyawan […]

expand_less