Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Teknologi Gas CubiTan, Jawaban BRIN untuk Kurangi Ketergantungan Impor LPG

Teknologi Gas CubiTan, Jawaban BRIN untuk Kurangi Ketergantungan Impor LPG

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tangerang Selatan, Indonesia Maju News – Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengandalkan penggunaan Metal-Organic Frameworks (MOF) sebagai media penyimpanan gas metana.

Inovasi tersebut menjadi strategi menekan tingginya ketergantungan nasional terhadap impor LPG. MOF merupakan material hibrida hasil perpaduan ion logam dengan molekul organik yang menciptakan struktur dengan tingkat porositas sangat ekstrem.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN, Canggih Setya Budi, memaparkan bahwa satu gram MOF memiliki luas permukaan hingga 10.000 m², sebanding dengan luas lapangan sepak bola. Karakteristik tersebut membuat MOF jauh lebih unggul dalam menangkap molekul gas seperti metana, hidrogen, hingga CO₂ dibandingkan material tradisional sejenis zeolite.

Indonesia menyimpan potensi metana yang melimpah, baik dari cadangan alam maupun biomassa seperti limbah cair kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME). MOF memegang peranan vital dalam proses pemisahan sekaligus pemurnian gas metana dari biogas POME tersebut.

Keberhasilan teknologi tersebut diproyeksikan mampu memperkuat kemandirian energi nasional melalui konsep “Gas Merah Putih” sekaligus memangkas beban subsidi LPG yang mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.


CubiTan: Evolusi Tabung Gas Pintar


Penerapan material maju tersebut bermanifestasi dalam sebuah sistem bernama CubiTan.

Inovasi tersebut lahir dari kolaborasi internasional BRIN bersama pakar dari Kyoto University serta perusahaan rintisan asal Jepang, Atomis dan Yachiyo Engineering. CubiTan dirancang sebagai alternatif tabung gas yang lebih efisien, ringan, dan memiliki fitur pemantauan digital secara presisi.

Sisi teknis tabung CubiTan dibangun menggunakan material Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) yang diisi dengan adsorben MOF. Hasilnya, bobot tabung menyusut drastis menjadi hanya 11,7 kg, jauh lebih ringan daripada tabung besi konvensional seberat 30,5 kg dengan kapasitas penyimpanan yang tetap bersaing.

Keunggulan lainnya terletak pada penggunaan sensor suhu dan tekanan nirkabel yang memungkinkan pemantauan kondisi gas secara seketika.

“CubiTan ini merupakan sistem gas yang terbuat dari CFRP, di dalamnya terdapat gas adsorben MOF. Dilengkapi pula dengan sistem komunikasi ACNWI, sensor temperatur, sensor tekanan, serta wireless,” jelas Canggih Setya Budi dalam lokakarya di Tangerang Selatan, Rabu (15/4).

Pemanfaatan MOF diklaim mampu mendongkrak performa penyimpanan gas hingga dua kali lipat dibanding sistem standar. Selain itu, teknologi tersebut memungkinkan operasional pada tekanan yang lebih rendah, sehingga faktor keselamatan bagi pengguna rumah tangga dan industri menjadi jauh lebih terjamin.

Saat ini, transisi ke teknologi MOF masih perlu penyelesaian kendala teknis di lapangan. Sistem CubiTan masih bekerja pada tekanan tinggi di kisaran 200 bar. Prioritas riset sekarang diarahkan pada penurunan tekanan operasional menuju angka 15 bar agar setara dengan kondisi tabung LPG yang sudah jamak digunakan masyarakat saat ini.

Lewat kemitraan Sister Lab dengan Kyoto University, BRIN berupaya merancang material MOF yang lebih tangguh terhadap tekanan mekanik dan kelembaban ekstrem.

Jika tekanan operasional berhasil diturunkan, teknologi tersebut dapat segera diadopsi menggunakan infrastruktur tabung yang sudah tersedia, sekaligus memicu pertumbuhan iklim riset dan penciptaan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Pusat Inkubasi Gagasan dan Kolaborasi Masa Depan, Dekan FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room Program Doktor dan Magister.

    Jadi Pusat Inkubasi Gagasan dan Kolaborasi Masa Depan, Dekan FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room Program Doktor dan Magister.

    • calendar_month 12 jam yang lalu
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan, Indonesia Maju News – Dekan FDIKOM UIN Jakarta, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si, secara resmi meresmikan Common Room Program Magister dan Doktor, Jumat (8/5). Sebagai Pimpinan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Beliau mencatatkan langkah progresif dalam transformasi ekosistem akademik.  Fasilitas ini diproyeksikan menjadi “jantung” baru bagi lahirnya […]

  • Presiden Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan di Istana Élysée, Perkuat Hubungan Indonesia–Prancis

    Presiden Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan di Istana Élysée, Perkuat Hubungan Indonesia–Prancis

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Memasuki Istana Élysée, Paris.

  • Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

    Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Pelantikan di Istana (dok. YouTube Setpres)

  • Indonesia Akhirnya Bangun Proyek Pengganti LPG

    Indonesia Akhirnya Bangun Proyek Pengganti LPG

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia Maju – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina (Persero) memulai pembangunan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) salah satunya untuk mengurangi Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang berasal dari impor. Proyek yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tersebut dirancang untuk memperkuat kedaulatan energi nasional sesuai dengan […]

  • Iuran BPJS Kesehatan Akan Naik, Catat Tarif Kelas 1,2,3 per 20 April

    Iuran BPJS Kesehatan Akan Naik, Catat Tarif Kelas 1,2,3 per 20 April

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia Maju- Pemerintah telah berulang kali mengemukakan rencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada 2026. Wacana ini diungkap seiring besarnya defisit program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Defisit diperkirakan mencapai Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun pada tahun ini. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan iuran JKN idealnya dievaluasi dan disesuaikan setiap lima tahun untuk […]

  • Gubernur BI Tegaskan Rupiah Telah Undervalued

    Gubernur BI Tegaskan Rupiah Telah Undervalued

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia Maju – Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued. Namun, masihkah ada peluang untuk rupiah kembali menguat? Berdasarkan data BI, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.140 per dollar AS pada 21 April 2026. Rupiah melemah 0,87 persen (point to point) dibandingkan dengan […]

expand_less