Zulhas nilai gerakan pilah sampah di Jakarta bisa jadi contoh nasional
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Indonesia Maju News – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai gerakan pilah sampah yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menjadi contoh nasional untuk diikuti daerah lain dalam menangani persoalan sampah rumah tangga melalui pemisahan sampah organik, anorganik, dan beracun.
“Kami memberikan penghargaan, apresiasi yang dilakukan Pak Gubernur ini (terkait gerakan pilah sampah) karena ini akan menjadi inspirasi atau menjadi contoh bagi daerah-daerah di Tanah Air,” ujar Zulkifli Hasan di Jakarta, Minggu, saat menghadiri acara Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta.
Zulhas menambahkan, kegiatan itu diharapkan dapat meminimalkan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah, karena dapat dimanfaatkan sebelum di buang.
“Yang paling berat itu memang sampah dari rumah. Memilah, memilah,” kata Zulhas.
Zulhas mengatakan bahwa saat ini sampah masih menjadi musuh bersama, untuk itu pemerintah berupaya menjadikan sampah sebagai hal yang bermanfaat.
Ia menjelaskan, sampah ketika sudah di pilah dapat dimanfaatkan dan menjadi harapan bagi masyarakat, salah satunya dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku listrik.
“Sampah musuh kita. Musuh Jakarta kemarin dan hari ini. Besok, setelah pengumuman Pak Gubernur, sampah mulai di pilah. Itu satu gerakan yang luar biasa, sehingga kita akan menyelesaikan sampah nanti menjadi harapan dan menjadi listrik penerang Jakarta,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa program pilah sampah dari sumbernya diharapkan mengurangi beban pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
“Secara resmi Pemerintah Jakarta mengadakan kegiatan pilah sampah sesuai dengan instruksi gubernur. Dan kegiatan ini tidak setengah-setengah karena semuanya berjalan serentak di lima kota dan juga di Pulau Seribu untuk melakukan pilah sampah,” kata Pramono.
Menurut dia, ketika program pilah sampah berjalan efektif, maka permasalahan sampah yang selama ini terjadi di Jakarta dapat ditangani dengan cepat karena jika sampah organik dan anorganik terpisah tentu bisa mengurangi beban pembuangan sampah ke TPST Bantargebang dan sampah yang dikirim nantinya hanya residunya saja.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar